Showing posts with label KISAH. Show all posts
Showing posts with label KISAH. Show all posts

Kisah Ulama Yang Menyamar Sebagai Pengemis

Ilustrasi
Imam Baqi bin Mikhlad nama beliau. Beliau dari negeri yang sangat jauh yaitu Andalusia sekarang bernama Spanyol. Dengarkan kisah suka dan dukanya dalam mengambil Ilmu kepada Imam Ahmad di Bagdad (Irak) selamat menyimak.

Beliau bercerita : Saya berangkat dengan berjalan kaki dari Andalusia menuju ke Baqdad untuk bertemu dengan Imam Ahmad untuk mengambil hadits dari beliau. Ketika saya mendekati Baqdad saya mendapati informasi tentang ujian yang menimpa Imam Ahmad sayapun menyadari bahwa Imam Ahmad dilarang untuk mengajar dan mengumpulkan manusia untuk mengajar mereka. Hal inipun membuat saya sedih berkepanjangan karena saya datang dari negeri yang sangat jauh dengan berjalan kaki tapi Imam Ahmad dilarang untuk mengajar.


Bakti Seorang Ulama Buta pada Ibundanya (Menangis membacanya..)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak[1] adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini.Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh hafidzahullah telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti,terkhusus di zaman sekarang ini.Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam.Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam beberapa point berikut tanpa perincian yang luas:

Syaikh Abdurrahman Al Barrak hafidzahullah dikenal hanya sedikit pergi haji.Sebabnya adalah tidak adanya persetujuan ibundanya rahimahallah.Beliau mulai berhaji lagi sejak Ibunya lemah ingatannnya dan bercampurnya sebagian hal sehingga menjadi memberikan izin baginya untuk pergi haji

Subhanallah..Betapa Sabarnya Rasulullah Shalallahu'alayhi Wassalam

Judul Asli "Kesabaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam"

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:


مَا ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا قَطُّ بِيَدِهِ وَلَا امْرَأَةً وَلَا خَادِمًا إِلَّا أَنْ يُجَاهِدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا نِيلَ مِنْهُ شَيْءٌ قَطُّ فَيَنْتَقِمَ مِنْ صَاحِبِهِ إِلَّا أَنْ يُنْتَهَكَ شَيْءٌ مِنْ مَحَارِمِ اللَّهِ فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali tidak pernah memukul seorangpun dengan tangan beliau, tidak itu istri beliau, tidak pula pelayan beliau, kecuali saat berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah sekalipun disakiti lalu beliau membalas pelakunya, kecuali bila hal-hal yang Allah haramkan dilanggar, maka beliau baru membalas karena Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 2328)

Kesyirikan dalam Tradisi Labuhan Merapi yg pernah dipimpin Mbah MARDJAN merupakan salah satu sebab bencana Gunung Merapi

Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Tradisi LABUHAN MERAPI yang pernah dipimpin MARIDJAN untuk menghormati KYAI SAPU JAGAT [Iblis penghuni Merapi, semoga Allah Ta'ala melaknatnya] yang mereka yakini sebagai penjaga keselamatan dan ketentraman Kesultanan dan warga Jogya, adalah bentuk SYIRIK kepada ALLAH TA'ALA dalam ULUHIYYAH dan RUBUBIYYAH sekaligus dan SEBAB TERBESAR bencana Merapi.

Rahmat Islam Untuk Rahmat Purnomo (Bag. 2 - Habis) (Kisah Muallaf)

(Lanjutan..)

Aku melanjutkan pencarianku tentang beberapa hal yang berkaitan dengan keyakinan, pada suatu hari kuletakkan Injil dan Al Quran di depanku, kutujukan pertanyaan pada injil, "Apa yang engkau ketahui tentang Muhammad?", jawabannya: tidak ada, karena nama Muhammad tidak terdapat dalam Injil. Kemudian kutujukan pertanyaan berikutnya pada Isa seperti Al Quran telah bercerita tentangnya, "Wahai Isa ibnu Maryam, apa yang engkau ketahui tentang Muhammad?" Jawabannya: sungguh Al Quran telah menyebutkan perkara yang tidak ada keraguan sedikitpun bahwa seorang Rasul yang pasti akan datang setelahku namanya adalah Ahmad. Allah berfirman atas lisan Isa 'alaihis salam,

Rahmat Islam Untuk Rahmat Purnomo 1 (Kisah Muallaf)

Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsary

Ia adalah seorang laki-laki keturunan sang ayah Holandia dan ibu Indonesia dari kota Ambon yang terletak di pulau kecil di ujung timur kepulauan Indonesia. Kristen adalah agama yang diwariskan keluarganya dari bapak dan kakeknya.Kakeknya adalah seorang yang punya kedudukan tinggi pada agama kristen yang bermadzhab protestan, bapaknya juga demikian namun ia bermadzhab panticosta. Sedangkan ibunya sebagai pengajar injil untuk kaum wanita, adapun dia sendiri juga punya kedudukan dan sebagai ketua bidang da'wah di sebuah gereja "Bethel Injil Sabino".

KISAH PERJALANAN RUH

Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para sahabat berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru saja meninggal.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan mengucapkan:


أعوذ بِاللّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْر

“Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur.”

Ummu Sulaim Al-Ghumaidha

Ummu Sulaim, reliefnya tegas melukiskan keberhasilan sosok ibu dalam mendidik anak. Satu mistar kebijaksanaan dan kesabasaran menjelmakan dirinya menjadi istri pilihan yang unggul. Mengantarkan segaris pengabdian yang teguh kepada pilar agama Âllâh untuk mendapatkan jannah.

Namanya Ghumaidha, binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundab bin Amin bin Ghunam bin Adi bin Najar Al Anshari Al Khazraji.
Pada masa jahiliyah dia menikah dengan Malik bin Nadhar dan melahirkan seorang anak yang bernama Anas bin Malik. Dia masuk Islam bersama para ~assabiqunal awwalun~ (golongan pertama yang masuk Islam) dari golongan Anshar.

Lebih Baik Punya Suami dalam Kenyataan daripada Punya Pangeran dalam Impian

Oleh : Al-ustadz Abu Ibrahim Abdullah al Jakarti

Diantara realita yang dijumpai pada sebagian wanita yang terlambat menikah terutama dikota metropolitan, dikarenakan sebagian mereka terbuai oleh idealisme mimpi, padahal tidak sedikit dari mereka yang umurnya mendekati atau mencapai kepala tiga. Sebagian mereka ada yang berkata, mengomentari temannya yang jauh umurnya dibawahnya ketika ia hendak menikah dengan berkata : “ apa tidak ada pilihan yang lain?” mengometari pilihan calon suami temannya. Padahal calonnya secara pisik termasuk orang yang Allah karuniakan fisik yang baik dan tidak sedikit yang bilang ganteng. Kalau dari sisi tanggung jawab, maka dia orang yang berusaha berpegang teguh pada agamanya dan orang yang bertanggung jawab.

KISAH ORANG YANG MENGEJEK SUNNAH RASULULLAH SHALALLAHU'ALAYHI WASSALAM

Penulis: Abul Abbas Khadhir Al-Limbory

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobiy -hafidzahullah- berkata: “Telah disebutkan oleh Ibnu Katsir –rahimahullah- didalam Al-Bidayah wan Nihayah tentang kejadian-kejadian pada tahun 665, beliau –rahimahullah- berkata Asy-Syaikh Qathbuddin Al-Yunani berkata: “Telah sampai kepada kami bahwasanya seorang laki-laki yang dipanggil dengan Abu Salamah dari daerah Bushra, dia suka bercanda dan berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Disebutkan disisinya tentang siwak dan keutamaannya, maka dia berkata: “Demi Allah, aku tidak akan bersiwak kecuali di dubur, kemudian dia mengambil sebatang siwak dan memasukkannya keduburnya kemudian dikeluarkan kembali.”

Nasihat Imam Asy-Syafi'i kepada Muridnya Imam Al-Muzany

Imam Muzany bercerita,”Aku menemui Imam Asy-Syafi’iy menjelang wafatnya, lalu aku berkata,”bagaimana keadaanmu pagi ini , wahai ustadzku?”

beliau menjawab, “Pagi ini aku akan melakukan parjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tau; apakah diriku berjalan ke syurga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan , atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”

AL IMAM AHMAD BIN HANBAL, Tauladan dalam Semangat dan Kesabaran

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Ahmad bin Hanbal adalah seorang tauladan dalam 8 hal: tauladan dalam bidang hadits, fiqih, bahasa arab, Al-Qur’an, kefakiran, zuhud, wara’ dan dalam berpegang teguh dengan sunnah Nabi shalallahu’alaihi wa sallam.

Kunyah dan Nama Lengkap beliau rahimahullah


Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad bin Idris bin Abdillah bin Hayyan bin Abdillah bin Anas bin ‘Auf bin Qosith bin Mazin bin Syaiban Adz Dzuhli Asy-Syaibani Al-Marwazi Al-Baghdadi.

Rasa Lapar Abu Hurairah

Abu Hurairah adalah sahabat Nabi Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam yang sangat miskin. Akan tetapi, Abu Hurairah amat banyak ilmunya dan kuat hafalannya. Dia sering mengalami kelaparan. Sampai-sampai adakalanya ia harus menahan perutnya ke tanah. Bahkan terkadang, ia harus mengganjal perutnya dengan batu karena lapar.

Pada suatu hari, ketika Abu Hurairah sedang duduk di jalan, Nabi Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam melewatinya dan tersenyum melihatnya. Beliau sangat mengerti akan penderitaan Abu Hurairah. Berkata Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wa Sallam: "Wahai Aba Hirr!"

Kisah Syaikh Bin Baz Dengan Pencuri

Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi

Salah seorang murid Syaikh ‘Ibn Utsaimin rahimahullah menceritakan kisah ini kepadaku. Dia berkata:

“Pada salah satu kajian Syaikh Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, beserta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut. Maka Syaikh Utsaimin menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh bin Baz rahimahullah. Di tengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang lelaki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannyapun keras hingga para muridpun mengetahuinya.

Ikut Aku Menemui Istrimu

Dari Tsabit Al Banani Rahimahullah dia menceritakan, ada seorang pemuda yang terlibat dalam sebuah peperangan. Pemuda tersebut begitu kuat keinginannya untuk menjadi seorang syuhada. Entah berapa peperangan yang telah ia ikuti namun syahid tak kunjung menyapanya. Sehingga pemuda itu bertekad jika dalam peperangan ini dirinya tidak terbunuh di jalan Allah, aku akan kembali ke kampung halaman dulu, kata pemuda tersebut kepada kawan-kawan seperjuangannya. "Aku mau menikah", katanya berbinar.

Kisah Kantong Sutra

Hakim Abu Bakar Muhammad bin Abdul Baqi bin Muhammad Al-
Bazzaz Al-Anshari mengisahkan.

Aku tinggal dekat Mekah Al-Mukarramah. Suatu hari aku kelaparan,
tidak ada sepotong makanan yang dapat mengganjal perutku, sampai
akhirnya kutemukan sebuah kantong sutra berhias rumbai-rumbai sutra.
Aku mengambil dan membawa pulang kantong itu. Setelah aku buka,
ternyata isinya adalah seuntai kalung mutiara yang sangat indah tiada tara.
Ketika keluar dari rumah, aku mendengar ada seorang tua yang
membawa-bawa kantong berisi uang 500 dinar berseru, “Akan kuberikan
uang ini bagi siapa saja yang mengembalikan kepadaku kantong yang
berisi kalung mutiara.”

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (9) Tamat

Sikap Para Syaikh Shufi Terhadap Tauhid

Suatu ketika saya menemui seorang syaikh besar yang memiliki banyak murid dan pengikut. Dia adalah seorang khotib dan imam masjid besar. Saya mulai bercakap-cakap dengannya tentang do’a, bahwa do’a itu adalah ibadah yang tidak boleh dimohonkan kecuali hanya kepada Allah semata. Saya memperkuat argument saya dengan dalil dari Al-Qur’an, yaitu firman Allah Azza wa Jalla:

{قُلِ ادْعُواْ الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً. أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا} (56-57) سورة الإسراء


Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (8)

Mendapat Petunjuk Ke Jalan Tauhid

Saya membaca hadits Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu dihadapan Syaikh yang mengajariku, yaitu sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا سألت فاسأل الله, و إذا استعنت فاستعين بالله ( رواه الترمذي )

“Apabila engkau memohon, maka mohonlah kepada Allah dan apabila engkau meminta pertolongan mintalah kepada Allah” (HR. At-Tirmidzi. Ia berkata hadits Hasan Shahih).

Sungguh menarik perkataan Imam An-Nawawi rahimahullah (ketika menjelaskan hadits ini): ”…kemudian jika kebutuhan yang ia minta adalah termasuk kekhususan Allah dan tidak dapat dilakukan oleh makhluk-Nya, seperti memohon petunjuk, ilmu, kesembuhan dari penyakit dan mendapatkan kesehatan, maka ia harus memintanya langsung kepada Rabbnya. Adapun meminta kepada makhluk dan mengandalkan mereka, maka perbuatan tersebut tercela”.

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (7)

Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullahuta'ala

Dzikir Ala Shufi Di Masjid

Suatu ketika, saya menghadiri halaqoh dzikir yang diadakan oleh kalangan shufi di masjid daerah yang saya tinggali. Lalu salah seorang di antara mereka yang memiliki suara yang indah maju ke depan untuk menyenandungkan bait-bait qosidah dan lagu-lagu di tengah halaqoh dimana orang-orang kampung berkumpul di saat dzikir berlangsung.

Dan diantara syair yang saya ingat dari orang shufi ini adalah ungkapan:

يا رجال الغيب ساعدونا أنقذونا


Wahai orang yang ghaib, tolonglah kami, bantulah kami.

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (6)

Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullahuta'ala

Thariqat Mauliyyah

Di daerah saya terdapat kelompok lain yang terkenal dengan nama Tarekat Mauliyyah. Mereka bermarkas di masjid besar, tempat dimana sholat wajib didirikan. Di sana terdapat banyak kuburan yang ditutup dengan kain kelambu. Nisannya dihiasi dengan batu-batu marmer yang indah dan tinggi. Di atasnya tertulis ayat-ayat Al-Qur’an, nama orang yang sudah meninggal itu dan bait-bait syair. Kelompok ini menghadiri perayaan setiap hari Jum’at atau pada acara-acara tertentu dengan memakai topi yang panjang terbuat dari kulit berwarna abu-abu dan beberapa alat-alat musik yang mereka gunakan ketika berdzikir dapat didengarkan dari kejauhan. Saya melihat salah seorang dari mereka duduk di tengah lingkaran, kemudian berputar-putar sendirian di tempat itu, dilakukan berkali-kali dan tidak beranjak dari tempatnya. Mereka menundukkan kepala ketika memohon pertolongan kepada Syaikh mereka, Jalaluddin Ar-Rumi atau yang lainnya.